Alat Reproduksi Wanita

“Mungkin Anda adalah seorang wanita, tapi belum mengetahui apa bagian-bagian yang terdapat pada alat reproduksi Anda. Anda dapat mengetahuinya disini….

Alat Genitalia Eksterna


1. Mons veneris

Mons veneris merupakan bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan. Pertumbuhan rambut kemaluan ini tergantung dari suku bangsa dan juga dari jenis kelamin. Pada wanita biasanya batas atasnya melintang sampai pinggir atas simfisis, sedangkan ke bawah sampai sekitar anus dan paha.

2. Labia mayora

Labia mayora (bibir-bibir besar) terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri. Berbentuk lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Ke bawah dan ke belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk kommisura posterior.

3. Labia minora

Labia minora (bibir-bibir kecil) adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam labia mayora. Ke depan, kedua bibir kecil bertemu dan membentuk di atas klitoris yaitu preputium klitoridis, dan di bawah klitoris yaitu frenulum klitoridis. Ke belakang, kedua labia minora juga bersatu dan membentuk fossa naviculare. Fossa naviculare ini pada wanita yang belum pernah bersalin tampak masih utuh, berbentuk cekung seperti perahu. Sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan terlihat tebal dan tak rata. Kulit yang meliputi labia minora mengandung banyak glandula sebasea (kelenjar lemak) dan juga ujung-ujung syaraf yang menyebabkan labia minora sangat sensitif. Jaringan ikatnya mengandung banyak pembuluh darah dan beberapa otot polos yang menyebabkan labia minora ini dapat mengembang.

4. Klitoris

Klitoris kira-kira sebesar kacang hijau, tertutup oleh preputium klitoridis, dan terdiri atas glans klitoridis, korpus klitoridis, dan 2 crura yang menggantungkan klitoris ke os pubis. Glans klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang, penuh dengan syaraf, hingga sangat sensitif.

5. Vulva

Vulva berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari depan ke belakang dan dibatasi di bagian depan oleh klitoris, sebelah kanan dan kiri oleh kedua labia minora, dan di belakang oleh perineum. Embriologiknya sesuai dengan sinus urogenitalis. Di vulva, 1-1,5 cm di bawah klitoris ditemukan orifisium uretra eksternum berbentuk membujur 4-5 mm dan tidak jarang sukar ditemukan oleh karena tertutup oleh lipatan-lipatan selaput vagina. Tidak jauh dari lubang kemih, di kiri dan di kanan bawahnya, dapat dilihat dua ostia Skene. Saluran Skene analog dengan kelenjar prostat pada laki-laki. Di kiri dan kanan bawah, dekat fossa naviculare, terdapat kelenjar Bartolin. Kelenjar ini dengan ukuran diameter lebih kurang 1 cm, terletak di bawah otot konstriktor kunni dan mempunyai saluran panjang 1,5-2 cm yang bermuara di vulva, tidak jauh dari fossa naviculare. Pada coitus, kelenjar Bartolin mengeluarkan getah lendir.

6. Bulbus vestibuli

Bulbus vestibuli dextra dan sinistra terletak di bawah selaput lendir vulva, dekat ramus os pubis. Ukuran panjangnya 3-4 cm, lebar 1-2 cm, dan tebalnya 0,51-1 cm. mengandung banyak pembuluh darah, sebagian tertutup oleh musculus ischiocavernosus dan musculus constrictor vaginae. Embriologik sesuai dengan corpus cavernosum penis. Pada waktu persalinan biasanya kedua bulbus tertarik ke atas, ke bawah arcus pubis, akan tetapi bagian bawahnya yang melingkari vagina sering mengalami cedera, dan sekali-sekali timbul hematom vulva atau perdarahan.

7. Introitus vagina

Introitus vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Pada seorang virgo selalu dilindungi oleh labia minora. Jika labia minora ini dibuka, maka barulah dapat dilihat, ditutupi selaput dara (himen). Himen ini mempunyai bentuk berbeda-beda, mulai dari semilunar (bulan sabit) sampai yang berlubang-lubang, atau yang ada pemisahnya (septum). Konsistensinya juga berbeda-beda, mulai dari yang kaku sampai yang lunak sekali. Hiatus himenalis (lubang selaput dara) berukuran dari yang seujung jari hingga yang mudah dilalui oleh dua jari. Umumnya himen robek pada coitus, dan robekan ini terjadi pada tempat jam 5 atau jam 7, dan sampai dasar himen tersebut. Sesudah persalian, himen robek pada beberapa tempat, dan apa yang dilihat adalah sisa-sisanya (caruncula himenalis) saja.

8. Perineum

Perineum terletak antara vulva dan anus, dengan panjang rata-rata 4 cm.

Alat Genitalia Interna


1. Vagina

Setelah melewati introitus vagina, dapat ditemukan vagina yang merupakan suatu penghubung antara introitus dan uterus. Arahnya sejajar dengan arah dari pinggir atas simfisis ke promontorium. Arah ini penting diketahui pada waktu memasukkan jari ke dalam vagina ketika mengadakan pemeriksaan ginekologik. Dinding depan dan belakang vagina berdekatan satu sama lain, masing-masing panjangnya 6,5 cm dan 9 cm. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae, di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras, disebut kolumna rugarum. Lipatan-lipatan ini memungkinkan vagina pada persalinan melebar, sesuai dengan fungsinya sebagai bagian lunak jalan lahir. Di vagina tidak didapatkan kelenjar-kelenjar bersekresi. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk, di bawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi lapisan jaringan tersebut, sehingga dinding vagina terlihat kebiru-biruan, yang disebut livide. Di bawah jaringan ikat terdapat otot-otot dengan susunan yang sesuai dengan susunan otot-otot usus. Bagian dalamnya terdiri atas musculus circularis dan bagian luarnya atas musculus longitudinalis. Di sebelah luar otot-otot ini terdapat fascia (jaringan ikat) yang akan berkurang elastisitasnya pada wanita yang lanjut usia.

Di sebelah depan dinding vagina depan bagian bawah terdapat uretra, sedangkan bagian atasnya berbatasan dengan kandung kemih sampai ke forniks anterior vagina.

Dinding kanan dan kiri vagina berhubungan dengan musculus levator ani. Di sebelah atas vagina membentuk fornices lateralis sinistra et dextra. Sekitar 1,5 cm di atas forniks lateralis dalam parametrium terletak ureter, dan pada tempat itu ureter melintasi arteria uterina. Hal ini penting diketahui jika harus menjahit kembali robekan pada serviks uteri yang lebar, dan dekat pada tempat arteria uterine serta ureter berada.

Vagina mendapatkan vaskularisasi dari :

  • Arteri uterina, yang melalui cabangnya ke cervix dan vagina memberikan darah ke bagian 1/3 bagian atas vagina
  • Arteri vesicalis inferior, yang melalui cabangnya ke vagina bagian 1/3 tengah
  • Arteri hemorrhoidalis mediana dan arteri pudendus interna, yang memberikan darah ke bagian 1/3 bawah vagina.

Darah kembali melalui pleksus vena yang ada, antara lain pleksus pampiniformis, ke vena hipogastrika dan vena iliaka ke atas.

Pembuluh limfe yang berasal dari 2/3 bagian atas vagina akan melalui kelenjar limfe di daerah vasa iliaka, sedangkan pembuluh limfe yang berasal dari 1/3 bagian bawah akan melalui kelenjar limfe di regio inguinalis.

2. Uterus

Uterus berbentuk seperti buah apokat atau buah pir yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7-7,5 cm, lebar di atas 5,25 cm, tebal 2,5 cm, dan tebal dinding 1,25 cm. Letak uterus dalam keadaan fisiologis adalah anteversiofleksio (serviks ke depan dan membentuk sudut dengan vagina, begitu pula korpus uteri ke depan membentuk sudut dengan serviks uteri).

Uterus terdiri atas fundus, korpus, dan serviks uteri. Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal, dimana merupakan tempat kedua tuba Falopii masuk ke uterus. Di dalam klinik penting untuk diketahui sampai dimana fundus uteri berada oleh karena tuanya kehamilan dapat diperkirakan dengan perabaan pada fundus uteri.

Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar. Pada kehamilan, bagian ini memiliki fungsi utama sebagai tempat janin berkembang. Rongga yang terdapat pada korpus uteri disebut cavum uteri (rongga rahim). Serviks uteri terdiri atas pars vaginalis services uteri yang disebut portio dan pars supravaginalis services uteri adalah bagian serviks yang berada di atas vagina.

Saluran yang terdapat pada serviks disebut canalis cervicalis berbentuk sebagai saluran lonjong dengan panjang 2,5 cm. Saluran ini dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks berbentuk sel-sel torak bersilia dan berfungsi sebagai reseptakulum seminis. Pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri internum, dan pintu di vagina disebut ostium uteri eksternum. Kedua pintu ini penting dalam klinik, misalnya pada penilaian jalannya persalinan, abortus, dan sebagainya. Secara histologik, uterus terdiri atas endometrium di korpus uteri dan endoserviks di serviks uteri, otot-otot polos, dan lapisan serosa yakni peritoneum viscerale.

Endometrium terdiri atas epitel kubik, kelenjar-kelenjar dan jaringan dengan banyak pembuluh darah yang berkelok-kelok. Endometrium melapisi seluruh cavum uteri dan memiliki arti penting dalam siklus haid seorang wanita dalam masa reproduksi (childbearing age). Dalam masa haid, endometrium untuk sebagian besar dilepaskan, untuk kemudian tumbuh lagi dalam masa proliferasi dan selanjutnya dalam masa sekretorik (kelenjar-kelenjar telah berkelok-kelok dan terisi dengan getah). Masa-masa ini dapat diperiksa dengan mengadakan biopsi endometrium.

Lapisan otot polos di sebelah dalam berbentuk sirkuler, dan di sebelah luar berbentuk longitudinal. Di antara kedua lapisan itu terdapat lapisan otot oblik, berbentuk anyaman. Lapisan ini paling penting dalam persalinan oleh karena sesudah plasenta lahir, berkontraksi kuat dan menjepit pembuluh-pembuluh darah yang berada di tempat itu dan yang terbuka.

Uterus ini sebenarnya terapung-apung di dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamentum yang menyokongnya, sehingga terfiksasi dengan baik. Ligamentum yang memfiksasi uterus adalah :

  • Ligamentum kardinale sinistra dan dekstra (Mackenrodt) yakni ligamentum yang terpenting, mencegah agar uterus tidak turun, terdiri atas jaringan ikat tebal, dan berjalan dari serviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan banyak pembuluh darah, antara lain vena dan arteri uterina.
  • Ligamentum sakro-uterinum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus agar tidak banyak bergerak, berjalan dari serviks bagian belakang, kiri dan kanan, ke arah os sacrum kiri dan kanan.
  • Ligamentum rotundum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang menahan uterus ke dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kiri dan kanan, ke daerah inguinal kanan dan kiri. Pada kehamilan, terkadang terasa sakit di daerah inguinal waktu berdiri cepat karena uterus berkontraksi kuat, dan ligamentum rotundum menjadi kencang serta mengadakan tarikan pada daerah inguinal. Pada persalinan juga teraba kencang dan terasa sakit bila dipegang.
  • Ligamentum latum sinistra dan dekstra, yakni ligamentum yang meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi, tidak banyak mengandung jaringan ikat. Sebenarnya ligamentum ini adalah bagian peritoneum viscerale yang meliputi uterus dan kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan. Di bagian dorsal ligamentum ini ditemukan indung telur (ovarium sinistra dan dekstra). Untuk memfiksasi uterus, ligamentum latum ini tidak banyak artinya.
  • e. Ligamentum infundibulo-pelvikum, yakni ligamentum yang menahan tuba Falopii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis. Di dalamnya ditemukan syaraf, pembuluh limfe, arteri dan vena ovarica.

Di samping ligamentum tersebut di atas ditemukan pada sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri ligamentum ovarii proprium kiri dan kanan yang menahan ovarium. Ligamentum ovarii ini secara embriologis berasal dari gubernaculums, sama seperti halnya ligamentum rotundum.

Isthmus adalah bagian uterus antara serviks dan corpus uteri, diliputi oleh peritoneum viscerale yang mudah sekali digeser dari dasarnya atau digerakkan di daerah plica vesiko-uterina. Di tempat inilah dinding uterus dibuka jika mengerjakan section cesarean transperitonealis profunda. Dinding belakang uterus seluruhnya diliputi oleh peritoneum viscerale yang membentuk di bawah suatu rongga yang disebut cavum Douglasi. Dalam klinik, rongga ini memiliki arti penting: rongga ini menonjol jika ada cairan (darah atau asites) atau ada tumor di daerah tersebut.

Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina sinistra dan dekstra yang terdiri dari ramus ascenden dan ramus descenden. Pembuluh darah ini berasal dari a. iliaka interna (= a. hipogastrika) yang melalui dasar ligamentum latum, masuk ke dalam uterus di daerah serviks kira-kira 1,5 cm dari forniks vagina.

Terkadang pada persalinan terjadi perdarahan banyak oleh karena robekan serviks ke lateral, sehingga mengenai cabang-cabang a. uterina. Robekan ini disebabkan antara lain oleh pimpinan persalinan yang salah, persalinan dengan alat misalnya ekstraksi dengan cunam yang dilakukan kurang cermat dan sebagainya. Dalam hal ini harus berhati-hati dalam menjahit robekan serviks. Terkadang disangka robekan telah dijahit dengan baik oleh karena tidak tampak adanya perdarahan lagi. Padahal, perdarahan tetap berlangsung terus ke dalam parametrium. Timbullah hematom di parametrium yang sukar didiagnosis dan dapat mengakibatkan ibu yang baru bersalin jatuh dalam kondisi syok dan jika hematom di parametrium tidak dipikirkan, wanita tersebut mungkin tidak tertolong lagi.

Kita harus berhati-hati pula jangan sampai ureter yang dekat dengan daerah tersebut ikut terjahit, sehingga terjadi anuria disusul oleh uremia, dan akhirnya kematian penderita.

Pembuluh darah lain yang memvaskularisasi uterus adalah a. ovarica sinistra et dextra. Ini berjalan dari lateral dinding pelvis, melalui ligamentum infundibulo-pelvikum mengikuti tuba Falopii, beranastomosis dengan ramus asendens arteri uterina di sebelah lateral, kanan dan kiri uterus. Bersama-sama dengan arteri-arteri tersebut di atas terdapat vena-vena yang kembali melalui pleksus vena ke vena hipogastrika.

Pembuluh limfe yang berasal dari serviks akan mengalir ke daerah obturatorial dan inguinal dan selanjutnya ke daerah vasa iliaka. Dari corpus uteri, pembuluh limfe ini akan menuju daerah para-aorta atau para vertebra-dalam. Kelenjar-kelenjar limfe penting artinya pada operasi karsinoma.

Inervasi uterus terdiri dari sistem saraf simpatik, tetapi untuk sebagian juga terdiri dari saraf parasimpatik dan serebrospinal. Sistem saraf parasimpatik berada di dalam panggul sebelah kiri dan kanan os sacrum, berasal dari syaraf sacral 2, 3, dan 4, dan selanjutnya memasuki pleksus Frankenhauser. Saraf simpatik masuk ke rongga panggul sebagai pleksus hipogastrikus melalui bifurcatio aorta dan promontorium terus ke bawah menuju pleksus Frankenhauser. Pleksus ini terdiri atas ganglion-ganglion berukuran besar dan kecil dan terletak terutama pada dasar ligament sacro-uterina. Serabut-serabut syaraf tersebut di atas memberi inervasi pada miometrium dan endometrium. Kedua sistem simpatik dan parasimpatik mengandung unsur motorik dan sensorik. Kedua sistem bekerja antagonis, syaraf simpatik menimbulkan kontraksi dan vasokonstriksi, sedangkan syaraf parasimpatik sebaliknya, mencegah kontraksi dan menimbulkan vasodilatasi.

Syaraf yang berasal dari torakal 11 dan 12 mengandung syaraf sensorik dari uterus dan meneruskan perasaan sakit dari uterus ke serebrum. Syaraf sensorik dari serviks dan bagian atas vagina melalui syaraf sacral 2, 3, dan 4, sedangkan dari bagian bawah vagina melalui nervus pudendus dan nervus ileoinguinalis.

3. Tuba Falopii

Tuba Falopii terdiri atas :

  • Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding pars uterus
  • Pars ismika, merupakan bagian medial tuba yang sempit seluruhnya
  • Pars ampullaris, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar, tempat terjadinya konsepsi
  • Infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbriae

Fimbriae penting artinya bagi tuba untuk menangkap ovum untuk kemudian menyalurkan ovum ke dalam tuba. Bentuk infundibulum seperti anemon (binatang laut).

Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum visceral, yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Otot di dinding tuba terdiri atas (dari luar dan dalam) otot longitudinal dan otot sirkuler. Lebih ke dalam lagi didapatkan selaput yang berlipat-lipat dengan sel yang bersekresi dan bersilia yang khas, berfungsi untuk menyalurkan ovum atau hasil konsepsi ke arah cavum uteri dengan arus yang ditimbulkan oleh getaran rambut getar tersebut.

4. Ovarium

Wanita pada umumnya mempunyai 2 ovarium kanan dan kiri, yang dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm. Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut syaraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya menuju ke atas dan ke belakang, sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan.

Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat dengan uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbriae dari infundibulum.

ADAPUN HORMON-HORMON REPRODUKSI :

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.

LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
(Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.

Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).
Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.
Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s